Staf Citarum Care Tinjau Vertiver Di Wilayah Sektor 7 Satgas Citarum

0
3

Pada Acara Rakornas BNPB di Sentul Internasional Convention Center (SICC) Jawa Barat, pada Selasa (4/2/2020) bahwa Presiden Joko Widodo memerintahkan semua Pemerintah Daerah menanam vetiver atau yang biasa disebut akar wangi untuk mencegah longsor. Merehabilitasi lahan dengan menanam pohon-pohon lebih efektif untuk mencegah longsor dari pada hanya membangun fisik saja.

Vetiver merupakan tanaman sejenis rumput dari India, termasuk dalam famili Poaceae dan sekeluarga dengan sereh atau padi. Sekalipun berjenis rumput, veriviter memiliki akar yang menghunjam hingga kedalaman 2 sd 2,5 meter. Kalau tiga tahun akarnya bisa sampai 3 meter. Vertiver menjadi pilihan terbaik untuk ditanam di lahan bekas hak guna usaha (HGU) yang telah digunduli, tanpa reboisasi.

Pada hari ini Senin 26 April 2021 Staf Citarum Care-Vertiver Indonesia Bapak Yulius meninjau rumput vertiver yang sudah ditanam di bantaran Sungai Citarum wilayah Sektor 7 Satgas Citarum sejak tahun 2020 dan yang baru ditanam di akhir April 2021. Kedatangan Bapak Yulius bertujuan untuk mendata rumput vertiver, melihat perkembangan rumput vertiver secara langsung dan sudah sejauh mana bibit vertiver yang didukung serta yang sudah tertanam di bantaran Sungai Citarum, Senin (26/4/2021).

Bapak Yulius terkesima melihat perkembangan vertiver di wilayah Sektor 7 sangat subur dan lebat, apalagi menggunakan Bios 44. Bapak Yulius menyampaikan bahwa seharusnya pendataan ini sudah dilakukan di tahun 2020 dikarenakan masih pandemi Covid-19 maka bisa dilakukan sekarang ini di tahun 2021 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Adapun data vertiver ini sebagai bahan laporan ke pusat. Besar harapan Dansektor 7 Kolonel Inf Jefson Marisano kepada Staf Citarum Care-Vertiver Indonesia bisa didukung kembali bibit vertiver untuk ditanam di sepanjang bantaran Sungai Citarum wilayah Sektor 7. (Pendam III/Siliwangi)

Reporter:

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini