Home Headline PWOIN Diskusi Dengan KPU Kota Depok

PWOIN Diskusi Dengan KPU Kota Depok

0
6

DEPOK, – Perhelatan pemilihan calon pasangan walikota dan wakil walikota Depok sudah di penghujung mata.

hal persiapan prosesi Pilkada kota Depok yang akan di laksanakan pemilihannya pada 9 Desember 2020 di bahas dalam pertemuan Perkumpulan Wartawan Online Independen (PWOIN) dengan ketua KPU kota Depok Nana Sobharna di ruang kerjanya, jalan Kartini (12/8/2020).

Menurut Nana Sobharna ketua KPU kota Depok, kami di KPU kota Depok telah memulai awal tahapannya sejak 1 Oktober 2019 kita penandatangan untuk pelaksanaan Pilkada dengan pemerintah
kota Depok.

Seiring dengan waktu berjalan pada bulan maret lalu terjadi bencana yakni, Covid – 19 sehingga ada penundaan selama 3 bulan, hinga di tanggal 15 juni dilanjutkan kembali tahapan Pilkada kota Depok.

” yah yang namanya pasukan di bawah, tentu menunggu perintah dari atasan untuk dilakukan pelaksanaan tahapan Pilkada kota Depok, dengan melakukan persyaratan Pilkada harus menerapkan protokol kesehatan” terangnya

Dan persyaratan tersebut agar di ketahui oleh khalayak masyarakat banyak tutur nana.

Semenjak itu, Pilkada di kota Depok sempat tertunda selama 3 bulan, seharusnya Pilkada dilaksanakan tanggal 23 September menjadi 9 Desember 2020.

lebih lanjut Nana sampaikan, untuk menuju 9 Desember ini, KPU kota Depok mempersiapkan tahapan demi tahapan, dengan melantik tim penyilidik dijajaran KPU ed hoc yaitu PPK dan PPS sekaligus mengaktifkan tupoksi petugas sekaligus melakukan penyusunan pemutakhiran data pemilih dimulai tanggal 15 juli, kita mulai dengan kegiatan pencocokan, penelitian (coklit) pendataan pemilih saat ini masih berjalan dan terakhir sampai 13 agustus dengan melibatkan sebanyak 4015 ribu personil petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) mendata door to door ujarnya.

Setelah di data dipasang stiker, bahwa rumahnya telah di data.

Setelah pendataan daftar pemilih sementara (DPS) sampai 15 Oktober kami akan menetapkan daftar pemilih tetap (DPT), namun warga yang belum terdata, petugas kami akan mengeceknya agar dirinya masih dapat menjadi peserta pemilih.

Kalau belum terdaftar, silahkan mengecek di portal ” lindungihakpilihmu”, dan petugas kami akan mengundangnya, ” memang persoalan ini paling banyak di tanyakan masyarakat.

Nana jelaskan, Isinya adalah menambah jumlah yang dari sebelumnya 4317 kuncinya adalah dengan adanya penambahan data pemilh, kami juga harus menyediakan alat pelindung diri, karena kita diperintahkan untuk restrukturisasi seluruh perangkat yang akan dijalankan.

Anggaran Pilkada kota Depok sebesar Rp 60,2 miliar. Untuk pelaksanaan Pilkada terkait kebutuhan banyak yang kami kurangi anggarannya, namun soal kegiatan untuk sosialisasi di awal kegiatan tetap masih ada walaupun kemudian kami lebih cenderung mengupayakannya.

” kaitan dengan anggaran pelaksanaan serta sosialisasi udah nggak ada masalah, jika sudah siap semuanya petugas di PPK Kecamatan dan PPS Kelurahan, karena merekalah ujung tombak yang tahu persis wilayahnya, walaupun tidak melalui tatap muka mereka melakukan terhadap pemilih pemula mereka tinggal bagi line-nya kemudian kita wajib untuk tetap melakukan sosialisasi dengan apapun namanya, di sisi lain tentu dengan media sosial semuanya.

Benny Gerungan selaku ketua Perkumpulan Wartawan yang di dampingi sekretaris Suratan Rachman, Vendahara Yuni, anggota Agus dan Rina juga mengusulkan kerjasama, membantu kegiatan sosialisasi program KPU kota Depok, dengan acara diskusi publik upaya membangun partisipasi pemilih dalam pemilihan calon pasangan walikota dan wakil walikota Depok pada 9 Desember 2020 nanti. (**)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

error: Content is protected !!