BOGOR – Seiring dengan telah berakhirnya tahap penerimaan, pendataan, seleksi, dan kurasi antologi puisi bertema Buitenzorg yang dibuka pada 15 April 2025 dan ditutup 30 April 2025, tibalah kini saat pengumuman 50 peserta yang lolos seleksi, termasuk lima peserta yang karyanya masuk sebagai Puisi Terpilih dan Puisi Favorit versi Dewan Kesenian Kabupaten Bogor.
Dalam kaitan itu, ijinkan panitia menyampaikan hal-hal sebagai berikut:
Hingga akhir masa penerimaan puisi, panitia menerima puisi dari 360 peserta yang berdomisili di berbagai wilayah di Indonesia dan mancanegara. Latar belakang sosial budaya mereka beragam, mulai dari siswa Sekolah Dasar, Sekolah Lanjutan, santri, guru, mahasiswa, dosen, karyawan, dan beragam profesi lainnya. Di antara mereka ada nama-nama yang sudah dikenal luas dalam dunia kepenyairan.
Besarnya animo jumlah yang agak di luar ekspektasi itu, di satu sisi, menerbitkan rasa haru dan bangga karena sastra, wabilkhusus puisi, masih mendapat tempat terbaik di hati rakyat Indonesia.
Namun, di lain sisi, hal itu membuat panitia berfikir keras –dan berdiskusi serius, untuk menemukan jalan agar hasrat dan animo berpuisi yang besar itu mendapat apresiasi dan tidak tersia-siakan. Konkretnya, bagaimana agar karya puisi mereka mendapat ruang dan kesempatan yang besar di dalam antologi puisi yang amat terbatas ini.
Diskusinya cukup panjang dan hangat. Maklum, sebagaimana termaktub dalam maklumat yang telah disampaikan kepada publik, panitia telah membatasi jumlah peserta yang lolos hanya 25 peserta dengan masing karya yang dimuat sebanyak dua karya untuk setiap penyair. Begitupun, jumlah hadiah hanya dibatasi untuk tiga orang Peserta Terpilih.
Namun keputusan harus diambil. Panitia pun sampai pada kata kompromi. Dengan tetap berpegang pada kaidah penulisan puisi “yang baik”, diputuskanlah bahwa dengan mengacu kepada prinsip “rumah besar seniman, budayawan, dan sastrawan” di Bogor, Dewan Kesenian Kabupaten Bogor harus mampu mengakomodir peserta penulisan antologi puisi Buitenzorg secara lintas usia, usia, domisili, dan latar keberagaman lainnya.

Untuk itu panitia mengambil kebijakan cukup strategis dan penting, yaitu, pertama, menambah kuota jumlah peserta yang lolos dari semula dibatasi hanya 25 orang menjadi 50 orang dengan tetap mengambil masing-masing dua puisi dari tiga puisi yang mereka kirim.
Kedua, menambah jumlah peserta yang mendapat apresiasi hadiah dari semula hanya tiga Peserta Terpilih, ditambah dengan dua orang peserta untuk katagori Peserta Favorit.
Untuk sampai pada pengumuman 45 peserta yang lolos seleksi, tiga orang Peserta Terpilih, dan dua orang Peserta Favorit di atas, kurator telah melalui proses seleksi yang panjang dan ketat.
Seleksi paling awal terhadap 360 peserta dilakukan dengan menilai kedisiplinan peserta mengikuti ketentuan teknis dan administratif, sebagaiamana tercantum dalam pengumuman penerimaan puisi yang telah disampaikan pada berbagai grup wa dan media sosial fb sebelumnya.
Dari seleksi ini, sebanyak 144 peserta dinyatakan lolos ke tahap berikutnya, yakni penilaian kaidah-kadiah dalam puisi, seperti kemampuan peserta menerjemahkan tema ke dalam karya puisi, pilihan diksi, majas, dan kemampuan peserta mengolah perangkat puitik lainnya.
Dari tahap seleksi inilah kemudian panitia meloloskan sebanyak 50 orang peserta. Dari jumlah ini panitia memilih tiga orang Peserta Terpilih dan dua orang Peserta Favorit. Mereka inilah yang karyanya akan terhimpun dalam Buku Antologi Puisi Buitenzorg.
Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada 360 peserta penyair yang telah berpartisipasi memeriahkan kegiatan yang diselenggarakan Dewan Kesenian Kabupaten Bogor sebagai bagian dari.perayaan Hari Ulang Tahun ke 543 Bogor ini.
Selamat kepada peserta yang lolos dan meraih penghargaan.
Akhir kata, jika ada pepatah “tak ada gading yang tak retak”, maka “tidak ada kerja yang sempurna”. Untuk itu panitia (para kurator, proof reader, desainer grafis) serta segenap tim kerja lainnya dari Dewan Kesenian Kabupaten Bogor, menyampaikan maaf yang sebesar-besarnya jika dalam kerja dan interaksi terdapat salah kata, keliru ucap, dan tak patut dalam tindakan.
Sampai jumpa dalam kegiatan Dewan Kesenian Kabupaten Bogor berikutnya.
Bogor, 15 Mei 2025
Tim Kurator
Putra Gara
Herman Syahara
Proof Reader
Julia Basri





