Kabupaten Bogor

Antisipasi Kemacetan, Kemenhub Segera Bangun Underpass di Bojong Gede

Menanggapi rencana Kemenhub tersebut, Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan yang ditemui usai menerima  Direktur Prasarana Edi Nursalam bersama jajaran di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong mengatakan bahwa pembangunan underpass ini hasil dari kajian konsultan yang mengatakan bahwa titik tersebut tidak bisa dibuat fly over atau jalan layang. Karena alasan ketinggian panel kereta dibawahnya dan lain lain.

jabarinteraktif.com – Sering terjadinya Kecelakaan dan juga kemacetan di pintu rel kereta api baik itu di Villa Asia, Susukan, Bojonggede, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor pun mengusulkan pembangunan Jalan Layang (fly over) ataupun Jalan Bawah Tanah (Underpass) ke Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Menanggapi usulan Pemkab Bogor tersebut, BPTJ melalui Direktur Prasarana Edi Nursalam bersama jajaran pun langsung melihat lokasi di Villa Asia, Susukan, Bojonggede untuk nantinya membuat feasibility study (FS)

“Setelah meninjau ke lokasi kami akan membuat FS atau kajian dengan beberapa pertimbangan seperti lahan, arus lalu lintas, dampak lingkungannya dari resiko banjir, karena pertimbangan lahan  dan biaya kemumgkinan kami akan membangun underpass tapi itu baru kemungkinan,” katanya saat meninjau lokasi di sekitaran jalan Villa Asia, Susukan, Bojonggede pada Kamis (25/7).

Edi menerangkan, perlintasan KRL Bojonggede menjadi salah satu prioritas di wilayah Jabodetabek karena sering terjadi kecelakaan dan lalu lintas KRL cukup padat sehingga kerap menimbulkan kemacetan di Jalan Raya Bojonggede. Pihaknyan pun memerlukan bantuan Pemkab Bogor untuk pembebasalan lahan yang diperlukan untuk menata kawasan di sekitar jalan ini.

“Untuk biaya pembangunan, kita masih pelajari. Anggarannya berkisar Rp50-100 miliar untuk fisik,” katanya. Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Burhanudin mengungkapkan, butuh anggaran sekitar Rp10 miliar untuk membebaskan lahan di sekitar underpass Bojonggede.

“Tapi kita lihat dulu FS nya seperti apa dan DED. Kebutuhan lahannya berapa. Tapi diperkirakan sekitar Rp10 miliaran,” katanya.

“Underpass ini yang dalam pra teknis dan masukan, memang ada pergeseran yang awal atau eksisting. Tepatnya di tikungan Bojonggede. Jadi dampaknya di depan terminal stasiun aman dimundurkan,” jelas Iwan. Ia mengaku, akan ada beberapa pembebasan lahan. Seperti beberapa rumah penduduk dan lahan lapangan sepakbola. Namun, kata dia, pembangunan akan dibuat efisien dengan tidak memakan banyak biaya pembebasan. Iwan memastikan, pembangunan dilakikan murni oleh BPTJ dengan tanggungjawab oleh Pemkab Bogor seperti pembebasannya. “Anggaran sementara untuk pembebasan lahan itu 10 milyar,” pungkasnya. (Ries)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Close